Sewindu Terakhir & Empat Tahun Kedepan, Export Investasi PLTU Jepang dan China Persulit Indonesia Capai Ekonomi Rendah Karbon

Seri  Kajian Energi  Perkumpulan AEER   (Dwi mingguan, No #3, 6 February 2019) Tak hanya Perusahaan Listrik Negara, perusahaan swasta dalam dan luar negeri turut membangun dan memiliki sejumlah pembangkit listrik berbahan batubara. Perusahaan swasta dalam dan luar negeri itu bersama-sama memiliki (joint venture) PLTU dalam skema independent power producer (IPP). Di antara perusahaan swasta luar negeri, …

Investasi PLTU Ultra Super Critical  Cina & Jepang di Indonesia Hasilkan Emisi CO2 Setara 195 kali Emisi Republik Vanuatu

Seri  Kajian Energi  Perkumpulan AEER   (Dwi mingguan, No #2, 17 Januari 2019) Pihak China dan Jepang mendukung dan melakukan investasi batubara di Indonesia dan menegaskan mereka menerapkan  clean coal technology, diantaranya dengan penggunaan boiler ultra super critical (USC). Pemerintah lewat PLN dalam RUPTL 2018-2027 juga menyatakan clean coal technology untuk mengurangai emisi. Untuk sistem tenaga listrik …

Laporan Hasil Rapid Assessment: Persoalan Kesehatan di Desa Tegal Taman Paska Berdirinya PLTU Indramayu I

PENGANTAR Pencemaran udara adalah faktor resiko yang besar memperburuk kesehatan. Berada di urutan keempat setelah tekanan darah tinggi, resiko karena makanan dan merokok. Diperkirakan terdapat kematian prematur 6.5 juta jiwa karena pencemaran udara. Diantara pencemaran udara yang paling membahayakan adalah partikel halus beserta dengan sulfur oksida, nitrogen oksida, dan ozon yang menyebabkan beragam penyakit. Salah …

Laporan: Distopia Pesisir Mimika; Terkepung Lumpur Limbah Tambang PT. Freeport Indonesia

PENGANTAR Penggunaan barang elektronik, listrik, telekomunikasi, transportasi begitu meluas, dan barang-barang yang menunjang sarana ini menggunakan tembaga. Peradaban manusia meninggalkan zaman batu dan beralih ke zaman perunggu juga berkat penggunaan tembaga. Pada awalnya, manusia menambang tembaga hanya bila kandungannya cukup tinggi di bahan yang diolah, yakni lebih 6%. Sebab peralatan masih sederhana sehingga tidak efesien …