Transisi Berkeadilan: Sektor Batubara dan Nikel

Perubahan iklim menjadi masalah besar yang sedang dihadapi bumi, karena mengancam kehidupan manusia dan keanekaragaman hayati. Emisi gas rumah kaca yang terutama bersumber dari aktivitas-aktivitas manusia telah menjadi penyebab peningkatan suhu bumi.

Solusi terhadap perubahan iklim adalah dengan mengurangi emisi serendah-rendahnya. Solusi tersebut mensyaratkan sebuah transisi berkeadilan (just transition). Yakni, sebuah langkah konkrit beralih dari penggunaan energi fosil menuju penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT).

Tetapi, dalam waktu yang sama, proses transisi harus berlangsung secara berkeadilan tanpa mengorbankan kehidupan warga yang bekerja atau secara langsung bergantung pada industri-industri sarat karbon. Langkah-langkahnya meliputi, penciptaan lapangan-lapangan pekerjaan baru yang bersahabat dengan alam (green jobs) dan berkelanjutan

Ide transisi berkeadilan berhubungan erat dengan ide keadilan lingkungan hidup Dengan konsep keadilan lingkungan hidup mencakup keadilan iklim (climate justice) dan keadilan energi (energy justice), konsep transisi berkeadilan juga mengalami perluasan makna.

Tidak lagi semata berkaitan dengan pekerja-pekerja industri yang memproduksi dan pekerja-pekerja industri yang mengonsumsi bahan bakar minyak, tetapi juga meliputi masyarakat yang hidup di tengah-tengah area yang tinggi polusi karena keberadaan industri[1]industri berbasis bahan-bahan bakar fosil seperti yang dialami oleh masyarakat-masyarakat marginal.

Transisi berkeadilan menjadi mutlak karena bumi di mana kita hidup saat ini tidak berkesinambungan secara sosial, ekonomi, dan lingkungan hidup. Kita hidup dalam sebuah dunia yang mengalami krisis kronis secara organik, yakni krisis global perubahan iklim,

 

Please wait while flipbook is loading. For more related info, FAQs and issues please refer to DearFlip WordPress Flipbook Plugin Help documentation.

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Laporan Lainnya …..